Gambar ilustrasi untuk artikel: Cara Saya Menghubungi Kandidat di LinkedIn

Cara Saya Menghubungi Kandidat di LinkedIn

Kemarin saya approach satu LinkedIn member.
Bukan karena referral.
Bukan karena job posting.

Sederhana saja:

  • Dia muncul di notifikasi.
  • Headlinenya relevan dengan role yang sedang dicari.
  • Pengalamannya linier.

Saya bahkan tidak melihat foto profilnya.

Saya ajukan beberapa pertanyaan to the point.
Jawabannya cepat, to the point juga.

Akhirnya saya minta dikirim CV dan portofolio terbarunya.

Apakah nanti cocok?
Apakah lolos?
Belum tentu.

Tapi ada 2 hal yang jelas:

  • Peluang tidak selalu datang karena kita aktif mencari.
  • Kadang ia datang karena kita siap ditemukan.

Profile yang jelas.
Cerita pengalaman yang rapi.
Headline yang relevan.

Ini bukan untuk glorifikasi pencapaian.
Tapi untuk memberi sinyal:
“Saya kompeten dan tahu apa yang saya kerjakan.”

Di dunia profesional,
kadang kesempatan hanya lewat sekali,
tidak perlu sesi menjelaskan ulang,
profile yang akan menjelaskan pertama kali

Dunia memang kejam,
Bukan yang paling aktif mencari yang selalu dapat peluang,
tapi yang paling siap ketika peluang lewat.

Kalau ada peluang yang menghampiri kita hari ini,
apakah profile kita sudah cukup “menjadi penerima tamu”?

Baca juga:
Banyak orang open to work, tapi nyari kerja pakai resep viral.
Premium Gratisan dari LinkedIn Datang Setahun Sekali

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top