Salah satu fase yang paling membuat jobseeker galau adalah negosiasi gaji. Di tahap ini akan bercampur aduk berbagai pertimbangan baik rasional maupun perasaan. Rasional terkait dengan kebutuhan pangan, sandang, papan, dan hiburan yang harus ditanggung (apalagi jika ada tanggungan keluarga). Perasaan terkait dengan beban jika terus mencari kerja, menyenangkan dan memberi ketenangan orang-orang terdekat, rasa ingin segera berkarya dengan ilmu dan kemampuan yang dimiliki, dan pertimbangan lain yang tentunya tiap orang akan berbeda.
Pengalaman juga berperan penting disini. Jobseeker berpengalaman akan lebih mudah menghadapinya dari pada fresh graduate yang belum berpengalaman dalam melakukan negosiasi gaji. Untuk lebih percaya diri dan mendapatkan hasil yang tidak mengecewakan, beberapa hal dibawah ini perlu dipelajari dan dipersiapkan agar negosiasi berjalan baik dan memuaskan, baik yang berujung menerima maupun menolak tawaran.
Kaidah Umum 1. Pahami Skema penggajian
Setiap perusahaan memiliki standar masing-masing terkait dengan penggajian yang diatur dalam Skema C&B/ComBen/Compensastion & Benefit. Ada beberapa komponen yang ada dalam skema ini:
- Berupa Uang. Terdiri dari gaji pokok, tunjangan jabatan, tunjangan kinerja, bonus, uang lembur, uang saku dinas luar, tunjangan operasional (komunikasi, transportasi)
- Berupa Tunjangan langsung, seperti catering makan siang, antar jemput karyawan
- Berupa Peminjaman Fasilitas/Inventaris, biasanya berupa kendaraan, rumah/mess/asrama, laptop, gadget
- Berupa Kemudahan, biasanya adalah fasilitas pinjaman uang, cicilan
- Berupa Pengembangan Diri, biasanya adalah program training dan sertifikasi
- Berupa Proteksi dan Jaminan, seperti asuransi kesehatan dan dana pensiun, baik yang mengikuti program pemerintah, asuransi swasta, maupun skema penggantian berdasarkan kuitansi pengeluaran jika berobat.
Kaidah Umum 2. Kenali Perusahaan
Hal utama yang tidak boleh dilupakan oleh jobseeker adalah mengenali dengan baik perusahaan yang dilamarnya dan impactnya terhadap keuntungan yang akan diberikan kepada karyawannya. Beberapa hal yang masuk dalam pertimbangan adalah
Lokasi kerja
Lokasi kerja yang jauh dari pusat keramaian akan memberikan kompensasi yang tinggi, misal di tengah hutan terpencil, lepas pantai, puncak gunung, dll. Kompensasi ini untuk menggantikan hal-hal yang “diambil” selama bekerja di site.
Bidang Usaha
Perusahaan akan memberikan tunjangan dengan produk-produk yang dihasilkan (selama produk itu merupakan kebutuhan sehari-hari). Seperti perusahaan consumer goods dan telekomunikasi yang memberikan produknya secara rutin sebagai bagian dari benefit bulanan.
Kaidah Umum 3. Tiap perusahaan memiliki struktur dan skala penggajian
Perlu diketahui bahwa tiap perusahaan memiliki struktur dan skala penggajian yang ditetapkan berdasarkan aturan yang telah dibuat secara internal. Secara umum, skalanya melibatkan beberapa faktor umum:pendidikan, masa kerja, kemampuan teknis dan manajerial. Seseorang yang menginginkan gaji tertentu harusnya memenuhi kualifikasi sesuai skala tersebut. Jika tidak memenuhi kualifikasi, maka negosiasi biasanya akan menemui jalan buntu.
Pahami Hal-Hal Penting
Setelah memahami kaidah-kaidah umum, beberapa poin berikut wajib dipertimbangkan pencari kerja dalam tahap negosiasi gaji.
1. Kenali Posisi Diri
Kenali posisi nilai tawar diri anda:
- Pegawai yang “dibajak”
- Pegawai yang melamar kerja
Kedua kategori ini sudah jelas perbedaan nilai tawarnya, siapa membutuhkan siapa. Kategori 2 sebenarnya sama-sama membutuhkan, tapi ada kemungkinan dibelakang kandidat masih ada kandidat cadangan yang dipertimbangkan diterima bila gagal mencapai kesepakatan negosiasi. Kategori 1 bisa dikatakan diatas angin, karena ketika seseorang dibajak, artinya perusahaan tersebut sudah cocok dengan kemampuan orang tersebut. Hal ini tidak berarti bahwa bisa negosiasi jauh diatas standar
2. Cari Skema dan Range Penggajian di Perusahaan
Benchmark/riset lewat forum-forum, terutama kaskus dan info gaji di Qerja.com. Tentunya ini hanya bisa jika sudah ada yang pernah membagikannya.
3. Tetapkan Minimum Gaji yang akan diterima
Selain fasilitas diluar gaji, besaran gaji take home pay yang diterima masih merupakan nilai utama, karena fleksibel dalam penggunaannya. Coba hitung nilai pengeluaran tiap bulan dan untuk tabungan, nilai tersebut menjadi acuan berapa batas minimal yang akan diterima
4. Pertimbangkan Fasilitas diluar Gaji
Seperti dibahas di skema penggajian diatas, kompensasi dan benefit tidak semua diwujudkan dalam bentuk uang. Besaran gaji yang lebih kecil dari perusahaan lain bisa jadi secara total benefit lebih baik karena banyaknya fasilitas yang diberikan.
Overtime/lembur juga perlu dikonfirmasi, apakah ada perhitungannya. Peraturan perusahaan berbeda-beda terkait overtime, ada yang dibayar, ada yang tidak dibayar, ada yang dibayar hanya untuk level staf.
5. Pertimbangkan Lokasi Pekerjaan
Lokasi pekerjaan meliputi:
- Kota penempatan tugas
- Akses transportasi dari tempat tinggal ke lokasi kerja
- Kenyamanan lokasi/kota lokasi kerja
Jika semua orang menginginkan gaji yang tinggi, maka semua orang indonesia akan memilih bekerja di Jakarta karena secara umum standarnya paling tinggi. Namun nyatanya ada sebaran pekerjaan dari kota besar hingga kota kecil. Hal ini disebabkan lokasi pekerjaan sangat berpengaruh pada keputusan pekerjaan. Lokasi akan mempengaruhi faktor keluarga, kenyamanan, rasa aman, kemudahan, perhitungan biaya hidup, dll
6. Faktor Perasaan
Tidak dipungkiri faktor perasaan memainkan peranan sangat penting dalam proses rekrutmen. Ada beberapa kategori yang umum terjadi:
- Emosional: Orang yang sudah terlalu lama menyandang gelar jobseeker, atau orang yang sudah tidak betah di tempat kerja sekarang akan memberikan faktor emosional pada proses rekrutmen
- Rasional: Jobseeker tahap awal, atau orang yang sudah nyaman pada pekerjaan sekarang tapi membutuhkan tantangan baru cenderung bersikap rasional dan banyak pertimbangan. Kebanyakan berpedoman nothing to loose (jika ekspektasi terpenuhi ya lanjut kalo nggak ya mundur)
7. Posisi menentukan prestasi
Banyak orang sering membuat perbandingan, jadi pegawai biasa-biasa diperusahaan besar dibandingkan menempati posisi manajerial di perusahaan kecil. Keduanya memberikan impact dan pengalaman yang berbeda, tidak bisa disamakan antara orang satu dengan orang yang lain.
8. Tentukan Tujuan Karir
Ini merupakan faktor utama dalam proses pencarian kerja. Apakah tujuan utamanya itu mencari ilmu dan pengalaman atau tujuan utamanya adalah uang. Tidak bisa dipungkiri kondisi ideal adalah ketika ilmu dan pengalaman banyak sekaligus mendapatkan banyak uang, namun tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini. Tujuan karir menjadi faktor terakhir yang harus dipertimbangkan agar kita mendapat apa yang kita inginkan.
9. Pelajari Peraturan Perusahaan dan Klausul Kontrak
Sebelum menandatangani kontrak kerja, harus mempelajari peraturan perusahaan dan butir-butir yang ada di kontrak, beberapa hal yang biasanya jadi pertimbangan job seeker adalah:
- Ada tidaknya jaminan yang dititipkan, biasanya ijazah atau surat berharga
- Klausul resign. Beberapa kontrak kerja mensyaratkan membayar penalti ketika mundur/resign dalam jangkaa waktu tertentu. Pada kasus lain juga ada, notifikasi resign disampaikan lebih lama dari satu bulan (dalam 3 sampai 6 bulan sebelumnya)
Finally
Coba pertimbangkan faktor-faktor diatas dalam mengambil keputusan akhir menerima atau menolak offering letter. Salah satu faktor yang penting tapi belum bisa digunakan sebagai pertimbangan adalah Budaya Perusahaan. Banyak orang yang keluar dari pekerjaan karena merasa tidak cocok dengan budaya yang telah mengakar di perusahaan. Hal ini bisa kita rasakan pada masa percobaan/probasi. Lagi-lagi naluri kita dilatih untuk memilih dan mempertimbangkan hal-hal yang nyata dalam keseharian pekerjaan.
*) Kritik, saran, masukan terhadap artikel ini silakan disampaikan melalui kolom komentar. Saya tidak tahu apakah tulisan ini bermanfaat atau tidak bagi pembaca, namun ketika anda sudah sampai pada bagian ini, berarti anda mengikuti tulisan saya dari atas.
Baca juga:
Etika Apply Pekerjaan Online via Email
Kena Reshuffle Mendadak, Sudah Siap dengan CV?


