Rahasia personal branding? Ada di rak susu kaleng.
Personal branding itu nggak rumit.
Silakan main ke mini market dekat rumah.
Coba berdiri di depan rak/chiller susu kaleng.
Semua kemasannya mirip: warna menarik, gambar macam macam, janji manis di depan labelnya.
Tapi..
coba kamu perhatikan dibalik kemasannya, komposisinya beda-beda.
Ada yang full susu segar.
Ada yang setengah susu, setengah air, sedikit perasa.
Ada juga yang cuma punya sedikit susu tapi desainnya paling heboh.
Dan anehnya, yang paling laris belum tentu yang paling bagus kandungannya.
Dan di situ, pelajaran personal branding dimulai.
Personal branding itu bukan soal kemasan yang kelihatan sama.
Kemasan bisa menipu mata.
Tapi kandungan bisa dibaca, selalu ketahuan setelah dicoba.
“kandungan asli” di dalamnya:
- value apa yang kamu bawa,
- karakter apa yang konsisten keluar,
- dan kualitas apa yang bikin orang ingat.
Orang awam memilih kemasan dan iklannya.
Orang cerdas memilih “kandungan”.
Nggak perlu takut ada yang bilang:
“Yang ini enak, yang itu hambar.”
Setiap produk punya segmennya.
Setiap segmen diapproach dengan caranya sendiri.
Begitu juga kita.
Bukan semua orang harus suka,
yang penting tepat untuk orang yang butuh.
Jadi apa “komposisi” personal branding kamu:
- Apa nilai yang benar-benar kamu pegang?
- Apa keunikan yang cuma kamu punya?
- Apa cerita yang membuktikan kamu berbeda?
Bukan supaya tampil sempurna.
Bukan untuk menarik semua orang.
Tapi supaya orang aman dan tidak tertipu.
Jadi, kamu selama ini tipe yang mana?
Baca juga:
10 Tipe Linkedin writer, no. 4 lagi naik daun. Coba check kamu ada di nomor berapa
Storytelling yang awalnya mengena, makin kehilangan rasa


