Gambar ilustrasi untuk artikel: 10 Tipe Linkedin writer, no. 4 lagi naik daun. Coba check kamu ada di

10 Tipe Linkedin writer, no. 4 lagi naik daun. Coba check kamu ada di nomor berapa

10 Tipe Linkedin writer, no. 4 lagi naik daun. Coba check kamu ada di nomor berapa

1. Si Paling Konsisten
Dia yang selalu rutin posting informasi related pengetahuan di areanya, tanpa click bait atau ajakan interaksi. Pure berbagi di artikel.

2. Si Paling Renyah
Dia yang sangat sering posting, bahkan sehari beberapa kali. Postingannya singkat, pakai gambar, mengkritisi sesuatu. Fokusnya selalu terlihat.

3. Si Paling Personal Branding
Dia yang selalu mendengung-dengungkan pentingnya personal branding, profilenya paling ciamik.

4. Si Antitesis Personal Branding
Melawan arus personal branding, urakan di timeline, nggak berniat membangun personal branding yang pro. Fokus cari circle yang punya peminatan yang sama.

5. Si Paling Viral Hunter
Posting apa aja yang lagi rame di YT/Twitter/Instagram langsung dibawa ke LinkedIn. Kadang relate, kadang maksa. Yang penting Piral.

6. Si Paling Motivator
Setiap post isinya quote inspiratif. Kadang bikin semangat, kadang bikin ngantuk. Endingnya selalu: Keep going, you can do it!

7. Si Paling Storyteller
Semua hal bisa jadi cerita. Dari jatoh di parkiran mall sampai beli bakso, ditarik benang merahnya ke leadership dan resilience.

8. Si Paling Sales Mode On
Baca 3 paragraf pertama kayaknya deep. Tapi apapun topiknya, ujung-ujungnya jualan. Ternyata CTA-nya: Mau tau lebih? Klik link ini ya.. Kadang link di sembunyikan di kolom komentar, biar tidak merusak algoritma.

9. Si Paling Debat
Tugasnya membantah semua tips yang udah umum. Orang bilang A, dia bikin post: Kenapa A itu salah total. Audience langsung debat rame.

10. Si Paling Silent Killer
Jarang banget posting, tapi sekali muncul: viral, insightful, relatable. Lalu hilang lagi kayak ninja.

11. Si Pencari Jalan
Belum tahu mau posting apa, posting random tanpa pola. Masih berupaya mencari jalan kebenaran.

Sudah sebelas, siap main bola.
no 12 Nggak ada, disisakan untuk anda sang pemain ke 12 🙂

Baca juga:
LinkedIn itu katanya buat bangun personal branding.
Storytelling yang awalnya mengena, makin kehilangan rasa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top