Saya pernah dinyatakan “nggak cocok jadi programmer” dari sebuah assessment.
Lumayan nyesek, tapi saya berterima kasih.
Ada second opinion yang nunjukin Blind Spot saya.
Karena saat itu hepi aja kalo ngoding.
Dan end usernya menerima skill dan kompetensi saya.
Pernah juga, saya ketemu seseorang yang “sudah sertifikasi BNSP Recruiter”,
tapi ketika lihat cara dia berkomunikasi, cara dia bertanya, dan cara dia bekerja,
ada yang kurang pas.
Kertas sertifikasinya “recruiter”, tapi profil aslinya nggak nunjuk ke sana.
Dua momen ini yang sering saya bagikan soal karier dan “cocok-nggak cocok”.
Jangan menjudge diri sendiri cocok maupun tidak cocok (pakai kacamata sendiri).
Setelah di-judge dari hasil assessment,
saya nggak ngeyel, saya justru makin yakin,
mungkin memang saya perlu “geser dikit dari role programmer murni”,
walaupun tetap stay di dunia IT.
Saya waktu itu mengucapkan terima kasih,
walau diberikan tiket lolos, tapi tidak saya ambil,
Saya harus explore strength saya di titik lain.
Saya belajar: sertifikat, jabatan, dan label itu “nggak otomatis bikin seseorang fit” di role tersebut.
Ada orang yang kelihatan banget cocok,
tapi baru ketahuan nggak pas setelah kita lihat cara berpikir dan pola kerjanya.
Yang menarik, banyak orang merasa bisa “menentukan arah hidup dan karier sendirian”,
tanpa panduan, tanpa feedback.
Padahal, tanpa kita sadar, kita semua punya satu musuh besar:
Blind spot.
Hal yang orang lain tahu tentang kita, tapi kita sendiri nggak menyadari.
Beberapa contoh blind spot yang sering kejadian:
- Orang yang yakin dirinya customer oriented, tapi nggak sabar ketika customer marah-marah
- Trainer yang merasa jago kasih materi, tapi serapan materi training oleh peserta minim
Ingin mengurangi blind spot?
1. Cari cermin
Tanyakan ke 3-5 orang dalam lingkunganmu, minta feedback jujur secara terbuka tanpa intimidasi
2. Bisa beda dengan sesuai
Banyak orang bisa mengerjakan sesuatu, tapi terlalu banyak energi yang dikeluarkan. Orang yang sesuai bisa berprestasi tanpa menghabiskan energi
3. Cari orang objektif
Nggak cocok di satu posisi, bukan gagal. Kadang yang dibutuhkan hanya “geser dikit”, bukan putar haluan.
Saya sendiri bersyukur pernah dapet “judge nggak cocok”.
Dari situ saya jadi jauh lebih sadar: tanpa cermin dari luar, kita gampang tersesat oleh versi optimis diri sendiri yang kita kira sudah paling benar.
Apakah Anda punya support system untuk mengetahui blind spot Anda sendiri?
Atau masih yakin saat ini on the right track?
Baca juga:
Jangan tanya: Kenapa lamaran saya ditolak?
Ini 10 fakta dunia kerja & bisnis yang (kadang) pahit.


