CEO, direktur, dan senior leader selalu hadir di musim budgeting.
Namun jarang ada yang berani bertanya:
Apakah semua effort ini akan jadi growth bisnis?
Kita ada di Q3 dan nanti Q4. Upacara tahunan untuk bikin anggaran & proker wajib ada.
ini bisa jadi hanya bakar budget, strategi, atau sekadar Ritual turun-temurun.
Setiap Q3–Q4, korporasi sibuk menyusun budget dan rencana kerja. Pertanyaannya: benar-benar untuk growth, atau sekadar ritual?
Yang paling kolot dari korporasi adalah merasa apa yang sudah di lakukan berulang dalam acara ini sudah sangat bagus dan sangat pede.
Tidak mencoba melongok ke jendela: Ada apa dan apa yang sedang terjadi di luar sana? Apa itu akan mempengaruhi rencana kerja tahun depan?.
Divisi yang paling tertekan dalam ketidak pastian biasanya adalah divisi IT/Teknologi. Karena dirasa sebagai cost center, beban perusahaan yang mudah untuk di cut dan ditahan implementasinya.
Anda sepakat?
Kalau anda sepakat, mungkin bisa lebih open mind. Faktanya: Ada banyak cara yang membuat IT berjalan tanpa jadi beban, bahkan mendorong Business Growth. Tapi, butuh jam terbang untuk baca pola dan intuisi untuk mengambil keputusan.
Open discussion dan open mind menjadi mutlak bagi Leader di divisi IT/Teknologi. Agar tidak tertekan oleh manajemen dengan pengurangan anggaran maupun budget yang tidak proporsional.
Ada leader IT yang lagi tertekan karena efisiensi?
Share di sini, siapa tahu nemu solusi bareng
Baca juga:
Seorang IT Manager pernah bilang ke saya
Industri telco tertekan justru dari internal.


