Gambar ilustrasi untuk artikel: Ketika Orang Andalan Pergi: Apakah Sistem Kerja Perusahaan Siap?

Ketika Orang Andalan Pergi: Apakah Sistem Kerja Perusahaan Siap?

Salah satu ketakutan terbesar business owner atau leader itu sederhana: Perginya orang-orang andalan.
Mereka yang sudah menguasai proses bisnis dan sistem kerja dari A sampai Z.
Bukan sekadar karena rajin atau berprestasi.

Kasarnya, mereka adalah wujud nyata dari “orang yang berisi sistem kerja perusahaan”.
Ketergantungan ini wajar pada organisasi tertentu.
Kalau seseorang sudah jadi andalan, kehadirannya sangat menentukan laju roda perusahaan.

Hanya saja, manusia bukanlah robot yang bisa diikat selamanya. Suatu saat mereka bisa sakit, resign, atau pergi selamanya.

Pertanyaannya, kalau skenario itu terjadi besok:

  • Apakah Pak/Bu Bos harus gelagapan karena “sumber pengetahuannya” mendadak hilang?
  • Haruskah kantor jadi chaos karena tidak ada lagi tempat bertanya?
  • Atau ini yang paling toxic: Munculnya penilaian tidak objektif karena si “Andalan” merasa menguasai end-to-end, sehingga tidak boleh ditegur atau dinilai jelek?

Jika dibiarkan seperti ini, dinamika tim jadi sangat tidak sehat.

Jadi harus bagaimana?
Satu-satunya cara untuk terlepas dari jeratan ini: Lepaskan ketergantungan dari knowledge yang menempel di “kepala-kepala”, dan pindahkan ke sistem yang sesuai.

Dalam istilah produktivitas, kita harus segera mengubah Tacit Knowledge (ilmu di kepala/insting) menjadi Explicit Knowledge (standar yang terdokumentasi, otomatis, dan bisa diduplikasi).

Pengetahuan yang tersistem ini juga akan sangat memudahkan training tim baru, sehingga roda organisasi bisa bergerak lebih cepat.

Baca juga:
SOP Banyak tapi Tidak Berdampak: Ini Penyebabnya
Merasa jadi korban sistem? Bisa jadi Anda malah bagian dari kerusakannya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top