Pernah gak, menemukan orang yang sudah ambil sertifikasi, sudah usaha keras, tapi tetap terasa “nggak cocok” di role tertentu?
Belakangan ini saya lagi eksplor, apa yang bisa dilakukan dengan data Talenta unik tiap tiap orang yang dicapture melalui tes TalentDNA.
TalentDNA adalah sebuah metode untuk mengidentifikasi kecenderungan pola perilaku yang terus berulang, diberbagai situasi secara alami, natural, dan spontan.
Pola perilaku ini menggambarkan apa yang kita rasakan, pikirkan, dan lakukan, sehingga mempengaruhi bagaimana cara kita merespon dan mengambil keputusan dalam kehidupan, secara otomatis.
TalentDNA mengungkap algoritma perilaku manusia, yang membuat setiap orang unik dan berbeda.
Dari situ, saya mulai menyusun beberapa laporan.
Ini berawal dari satu kasus yang cukup menarik.
Salah seorang klien yang ingin meraih salah satu role, bahkan sudah mengambil 2 sertifikasi pendukung. Setelah di review talentDNA nya, ternyata beliau tidak terlalu fit dan proper di role tersebut.
Beberapa laporan yang bisa digunakan di berbagai konteks:
Untuk Profesional
- LAPORAN TalentDNA Organizational Division Report: Mengulas bagaimana memaksimalkan kinerja divisi berdasarkan TalentDNA tiap anggota divisi
- LAPORAN TalentDNA Career Diagnostic Report : Membahas orientasi karir seseorang berbasis talenta alami TalentDNA
- LAPORAN TalentDNA Performance Improvement Plan : Memberikan insight peningkatan kinerja dan karir seseorang berbasis talenta alami TalentDNA
Untuk Relasi Secara Umum
- LAPORAN TalentDNA Dinamika Relasional : Memberikan insight bagaimana dua orang membangun relasi dan menghindari konflik berbasis TalentDNA, baik dalam konteks keluarga, pasangan, partner kerja, maupun atasan-bawahan.
Untuk Orang Tua
- TalentDNA Learning Method Guide for Parents : Membantu orang tua memahami cara belajar alami anak berdasarkan TalentDNA sehingga anak dapat belajar lebih efektif tanpa dipaksa mengikuti cara belajar yang tidak cocok.
Sebenarnya banyak potensi pengembangan yang terbuka dengan adanya TalentDNA, tinggal bagaimana kita dapat memaksimalkannya.
Jadi mungkin pertanyaannya bukan “bisa atau tidak”, tapi “apakah ini memang selaras dengan TalentDNA kita?”
Baca juga:
Laporan Dinamika Relasional: Memahami Diri untuk Memahami Orang Lain
Ini 10 fakta dunia kerja & bisnis yang (kadang) pahit.


