Gambar ilustrasi untuk artikel: OVT dan Prokrastinasi: Penjara Gaib Generasi Kekinian

OVT dan Prokrastinasi: Penjara Gaib Generasi Kekinian

OVT dan Prokrastinasi: Penjara Gaib Generasi Kekinian

Bisa dibilang kalau generasi saat ini adalah generasi yang paling punya banyak akses, dibanding generasi lama yang minim paparan informasi. Tapi kenapa justru sekarang sering merasa paling “nggak kemana-mana”?

Dari baca berita, baca situasi, dan banyak belajar, saya menemukan dua pola besar yang menjadi penghambat utama “bergerak”, dia adalah Overthinking (OVT) dan Penundaan (Procrastination). Prokrastinasi saya dengar familiar ketika keponakan cerita kalau dia mengalami “Prokrastinasi” dengan gejala sering menunda dan lebih banyak scrol media sosial.

Pertanyaannya, kenapa sih pada terjebak dalam lingkaran setan ini ?
1. Analisis Berlebihan
Mikirin tiap kemungkinan risiko sampai akhirnya takut melangkah dan nggak kemana-mana.
2. Menunda
Karena takut salah atau merasa beban/risiko terlalu besar, kita memilih untuk “nanti saja.”
3. Rasa Bersalah
Karena nggak ada progress, malah kita jadi merasa bersalah karena tidak produktif. Ini makin meningkatkan level OVT lebih dalam lagi.

Masalah utamanya sebenarnya karena kita sering mendiagnosa diri dengan cara yang salah.

Kita pikir kita malas, padahal mungkin kita hanya kehilangan Clarity (Kejelasan) untuk melangkah.
Kita pikir kita teliti, padahal mungkin kita hanya sedang terjebak dalam bakat yang tidak terkelola.

Overthinking bukanlah tanda cerdas jika tak menghasilkan keputusan.
Penundaan itu bukan istirahat jika pikiran kita tetap saja merasa terbebani.

Bagaimana cara memutus rantainya?

1. Stop menjadi SuperMan yang mencoba memperbaiki segalanya sekaligus.
2. Mulailah dengan mengenali “peta bakat/potensi” diri sendiri.
3. Jangan fokus pada kelemahan, pusatkan energi pada kelebihan untuk bisa maju dan menutup kelemahan.

Bagi rekan-rekan yang masih sering terjebak di fase ini, temukan 1 dorongan kuat yang bisa melawan bisikan-bisikan tidak produktif.

Baca juga:
Gap antara Ingin dan Action Setipis Tissue
Report Penting Nggak sih bagi Pembuatnya?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top