Gambar ilustrasi untuk artikel: Gap antara Ingin dan Action Setipis Tissue

Gap antara Ingin dan Action Setipis Tissue

“Gap” antara Ingin dan Action itu setipis tissue.

Kita sering banget ada di posisi ini: Punya willingness, punya mimpi besar, bahkan sudah sampai tahap ditulis rapi di buku atau notes HP. Tapi pas mau eksekusi? Rasanya berat banget. Nyangkut.

Anehnya, biasanya hambatan terbesar bukan karena kita nggak mampu secara teknis. Sering kita cuma terlalu sibuk membuat “perfect start” untuk kita sendiri. Kita ingin semuanya kelihatan sempurna, matang, dan tanpa celah sebelum benar-benar melangkah. Ujung-ujungnya? Malah terjebak overthinking/OVT tingkat tinggi.

Jadi merasa tagline “Mulai Aja Dulu” jadi sangat relevan.

Bukan karena kita ceroboh, tapi karena kita sadar kalau Kejelasan/Clarity itu seringnya nggak bisa ditunggu di garis start. Dia nggak akan muncul lewat sekadar dipikirin. Kejelasan itu justru baru mau muncul setelah kita beneran jalan, ketemu tantangan, saat mulai gerak.

Setiap kali kita naik sepeda, pasti momen terberatnya ketika kayuhan pertama, sampai roda muter. Setelah itu terasa lebih ringan.

Jadi, buat yang hari ini masih menimbang-nimbang, masih nunggu “momen yang pas”, atau masih ribet sama rencana yang nggak habis-habis, malu sama kiri kanan, atau banyak bisikan kontraproduktif… coba deh tarik napas sebentar.

Berhenti mikir kejauhan. Fokus ke satu langkah paling kecil yang bisa dilakukan sekarang.

Mulai aja dulu. Nanti bisa kok beresin sambil jalan.

Baca juga:
OVT dan Prokrastinasi: Penjara Gaib Generasi Kekinian
Ilusi “Time Management” dan Kenapa Waktu Terasa Begitu Cepat

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top