Lihat konten yang kelihatan “Employee Heroes”?
Jangan buru-buru tepuk tangan,
Apalagi kalau bahasanya terlalu heroik, membara, membela dan hitam-putih.
Di balik setiap opini, hampir selalu ada kepentingan.
Perusahaan punya kepentingan: profit, stabilitas, pertumbuhan.
Karyawan punya kepentingan: gaji, bonus, waktu, pengembangan, kesehatan.
Content creator & “pembela karyawan” juga punya kepentingan: views, personal brand, funnel, jualan program.
Dan jujur saja:
Semua yang bikin konten disini: Leader, coach, konsultan, pebisnis, pegawai, termasuk saya…
semuanya bermain dari sudut yang menguntungkan dirinya dan agendanya.
Punya kepentingan itu normal dan wajar.
Yang mulai bahaya adalah ketika:
- kepentingan dibungkus seolah “suara rakyat yang paling murni, paling benar”,
- yang punya sudut pandang berseberangan langsung dicap jahat,
- emosi massa dipakai buat naikin engagement dan polularitas, tanpa tanggung jawab atas dampaknya.
Kalau kita lupa bahwa “nggak ada yang netral”, kita gampang digiring: jadi traffic, jadi market, jadi “pasukan” gratis buat narasi orang lain. Yang kadang balas komentar aja nggak 🙂
Siapapun anda, pasti punya kepentingan.
Orang lain juga punya kepentingan.
Alangkah indahnya kalau bisa berpikir dewasa: Tidak mudah terprovokasi
Lain kali lihat konten yang sangat pro salah satu kubu, coba intip pelan-pelan:
1. Siapa dia?
2️. Apa yang sedang ia bangun / jual?
3️. Siapa yang paling diuntungkan kalau narasi ini viral?
4. Dia lempar narasi dan ditinggal meledak, atau berdiskusi dengan khalayak?
Tenang, punya kepentingan itu manusiawi kok.
Yang bikin lelah adalah ketika semua orang pura-pura jadi pahlawan dengan menyudutkan lain pihak.
Silakan sampaikan pendapat anda kalau merasa related banget.
Baca juga:
Kami pangkas beban kerja user & HR Rekrutmen hingga 80%
Divisi HR, Masihkah diperlukan?


