Gambar ilustrasi untuk artikel: Anti office politics? Jangan jadi karyawan.

Anti office politics? Jangan jadi karyawan.

Anti office politics? Jangan jadi karyawan.
Susah untuk promosi nantinya.
Karena promosi itu bukan 100% kinerja.
Promosi = Kinerja x Softskill x Timing x Endorse

Minggu ini, ada salah satu member LinkedIn cerita:
sudah 4x ikut seleksi internal, selalu mentok di akhir.
di eksternal malah ada 3 panggilan, tapi gaji turun.
Ternyata dia nggak minta endorse ke siapapun karena berasumsi harusnya obyektif.

Masalahnya, internal itu permainan safety.
Atasan mengendorse, Dia ikut menanggung risiko.
Endorsement = transfer risiko.
Tanpa komunikasi yang baik, kamu tidak dianggap.

Solusinya bukan main politik kotor.
Solusinya main rapi dan profesional:
1. Komunikasi dan menjalin relasi harus dibangun sejak awal, bahkan sebelum ada promosi
2. Endorse biasanya dari atasan langsung, atasannya atasan, beserta kolega selevel
3. Yakinkan mereka :

  • Saya siap bertanggung jawab.
  • 3 prestasi/dampak nyata kerja
  • Kelemahan dan komitmen perbaikan

Endorse bukan asal rekom. Bikin keputusan endorse mereka tidak membahayakan posisinya.

Kalau nggak mau bersentuhan dengan office politics sama sekali, pilihannya sederhana:
jadi pengusaha, freelancer, atau konsultan.

Di organisasi, politik = cara kerja sistem. Yang penting kamu bersih dan berintegritas.

Sedikit brutal image yang disampaikan oleh Coach disesi coaching kemarin Orang yang umur 27th belum pernah jadi lead/spv, berarti bukan orang yang spesial.

Setujukah anda dengan postingan saya kali ini?

Baca juga:
Diperusahaan besar, Office Politics itu resmi
Ini 10 fakta dunia kerja & bisnis yang (kadang) pahit.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top