SDM adalah aset perusahaan.
Kalimat klise yang sering kita dengar,
tapi apakah benar demikian?
Sifat aset itu sederhana:
- Bisa naik nilainya (training, coaching, tugas belajar).
- Bisa turun nilainya (tidak update skill, menolak belajar, mindset kaku).
- Bisa kena depresiasi, diwrite-off, dihibahkan (baca: dipindah posisi, diganti rolenya, atau di-layoff).
Dan sudah jadi rahasia umum: layoff tidak pandang bulu.
Dari staff paling bawah sampai jajaran top level, semua punya potensi jadi aset tak relevan.
Maka pertanyaannya bukan lagi:
❌ Apakah SDM adalah aset perusahaan?
✅ Apakah kita menjaga diri kita tetap jadi aset yang relevan?
Karena di era sekarang, cara bertahan bukan dengan titel, pencitraan, atau flexing, tapi dengan belajar cepat & open minded.
Jadi, anda adalah Asset Produktif atau Asset Membebani?
Atau malah sebagai Liability/Beban?
Baca juga:
Mungkin ini jawaban kamu gagal di hire
Pernah lihat tim yang sibuk, tapi hasilnya nol besar?


