Untung Merpati cuma nyamperin topi Prajurit,
Nggak sampai nyamperin Pesawat Akrobatik dan Pesawat Tempur.
Ada Risiko Melepas Burung, Iya burung.
Di perayaan kemerdekaan ke-80 kemarin, ada satu momen simbolis: pelepasan puluhan merpati.
Keren sih. Tapi sepertinya waktunya kurang tepat, dilakukan tidak lama sebelum pertunjukan pesawat akrobatik dan jet tempur.
Dalam dunia penerbangan, bird strike adalah risiko serius. Satu ekor burung saja bisa mengganggu mesin atau merusak kanopi pesawat.
Walaupun hingga saat ini belum ditemukan penelitian tentang total jumlah bird strike di Indonesia, tapi bird strike tetap berbahaya. Kalau ingin lebih detail, bisa memakai statistik global, terutama US yang jauh lebih lengkap.
Tahun 2023 tidak kurang dari 19.000 bird strikes dilaporkan di 713 bandara AS. Artinya rata-rata lebih dari 50 insiden per hari di AS.
Nah yang jadi pertanyaan, bagaimana bisa acara sepenting ini dan menjadi perhatian luas tapi manajemen risikonya diragukan?
Kita mungkin paham bahwa pelepasan merpati adalah simbol perdamaian dan kemerdekaan. Tapi apapun simbol itu, seharusnya memperkuat, bukan menambah risiko.
Apalagi di event yang dihadiri ribuan pasang mata, disiarkan langsung melalui tv dan online streaming, melibatkan pesawat yang bermanuver rendah dan berkecepatan tinggi.
Bagi yang paham manajemen risiko, tentu paham, timing sangat mempengaruhi risiko. Sebisa mungkin meminimalisir risiko-risiko sekecil apapun yang bisa berakibat fatal.
Dunia penerbangan adalah salah satu sektor yang mitigasi risikonya kuat, risiko kecil pun tidak boleh diremehkan.
Satu burung bisa menjatuhkan pesawat bernilai ratusan juta dolar. Sama halnya dalam bisnis, sebuah keputusan kecil yang luput dari pantauan bisa fatal dan menimbulkan kerugian besar.
Adanya angka yang akurat menunjukkan pentingnya detil dalam risk management. Angka kira-kira dan berbasis feeling menyebabkan strategi mitigasi kurang akurat.
Pelajarannya bagi dunia bisnis:
1. Timing matters: keputusan yang benar tapi di waktu yang salah akan berisiko.
2. Small things count: detail kecil bisa jadi faktor sukses/gagal.
3. Risk awareness: manajemen risiko bukan teori, bukan juga soal audit tapi harus jadi budaya kerja.
Jadi, apakah ada risiko kecil di bisnis atau pekerjaan Anda yang selama ini luput dari pandangan, padahal bisa berdampak besar jika terjadi?
Baca juga:
Belum paham mengapa (- Negatif) x (- Negatif) = Positif?
Banyak masalah sebenarnya bisa selesai cepat.


