Potongan puzzle putih di atas meja marmer

Banyak masalah sebenarnya bisa selesai cepat.

Banyak masalah sebenarnya bisa selesai cepat.
Tapi karena lupa rumus dasarnya, kita sibuk cari teori ke mana-mana.
Kalau Anda ditanya formula kerja Anda, masih ingat?… atau googling dulu?

Sindrom orang yang telalu banyak belajar tapi tidak beneran paham adalah gagal menjawab pertanyaan sederhana. Misal anda belajar kalkulus dengan berbagai rumus rumit, lalu ditanya anak kecil: Integral itu apa? Haqul yakin kebanyakan akan kesulitan menjawab.

Semua itu karena ketika belajar atau menghadapi masalah tidak kembali pada rumus standar: Basic Formula

Menguasai Basic Formula juga sangat penting dalam konteks profesional, baik fungsional / struktural. Banyak orang generalis sukses menjadi leader unit kerja yang dia sendiri tidak ahli disitu, karena dia berpegang pada basic formula.

Tapi orang spesialis belum tentu bisa memimpin kalau dia hanya fokus pada spesialisasinya saja, karena yang dikelola bukan hanya 1 aspek tapi manusia dan bidang lain lintas tim.

Apa sih Basic Formula itu ?

Misal:
Akuntan
Harus paham basic Jurnal -> debit-kredit dan komponennya. Kalau masih salah, belajar yang banyak dulu.

Finance
Pegang rumus -> Profit = Pemasukan – Pengeluaran
Bagaimana menaikkan profit? Perbesar pemasukan, kurangi pengeluaran.

Project Manager
Paham fisika -> s=v*t, jarak = kecepatan * waktu
Seberapa jauh project berjalan, tergantung seberapa cepat pengerjaan dalam suatu waktu. Kecepatan ini komponennya banyak: sdm, sumber daya, skill, dll. Kalau Anda di posisi Project Manager, kira-kira kecepatannya sudah cukup belum?

HR
Fisika juga -> P = F / A -> tekanan = gaya / Luas bidang tekanan.
Untuk mengurangi tekanan terhadap suatu posisi atau departemen, kurangi gaya yang menekan. Cara lain adalah tambah luas bidang tekanan (tambah orang yang menyelesaikan masalah)

Manajemen
Mengukur kinerjanya rumusnya simple –> Kinerja = Realisasi / Target
Pastikan kita bisa mengukur angka realisasi capaian. Target yang ditetapkan juga harus ada. Jangan sampai teriak soal kinerja tapi tidak bisa mengukur capaian dan target belum ada.

Mungkin ini terasa remeh, tapi nyata sering saya temui. Banyak orang tidak bisa solving problem karena terlalu jauh dan kompleks solusi yang dibuat.

Ketika ditanya apa sebenarnya masalahnya, jawabannya muter. Solusi yang dirancang juga tidak mudah di jelaskan. Kalau seperti ini, implementasi biasanya nol.

Dalam setiap diskusi untuk semua masalah di semua departemen yang saya ikuti, saya pertama kali selalu bertanya tentang formula dasarnya untuk bisa melakukan dekomposisi masalah.

Kadang karena orang sudah terlalu ahli, rumusan dasarnya dilupakan, padahal jika kita Back to Basic, maka masalah yang sulitpun akan mudah dipecahkan.

Hal ini juga mematahkan anggapan, untuk apa kita belajar rumus-rumus eksakta baik di sekolah maupun di kuliah?

Semua yang kita pelajari akan berguna, tergantung kita bisa menggunakannya atau tidak.

Jadi… Anda adalah tipe ahli rumit ketika menjelaskan, atau generalis yang bisa menyederhanakan?

Baca juga:
Belum paham mengapa (- Negatif) x (- Negatif) = Positif?
Weekly review bukanlah sesi basa-basi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top