Gambar ilustrasi untuk artikel: Kalau layananmu bukan satu-satunya, jangan paksa customer.

Kalau layananmu bukan satu-satunya, jangan paksa customer.

Kalau layananmu bukan satu-satunya, jangan paksa customer.
Pernah dipaksa langganan premium tapi kamu butuhnya dikit? Yes, Saya baru saja mengalaminya

Ini related banget dengan kejadian hari ini. Ada kebutuhan untuk kirim dokumen bertandatangan dan bermeterai. Dari pada ribet di print-beli meterai keluar-lalu scan, mending kirim versi full digital aja.

Akhirnya buka lah aplikasi tanda tangan digital si merah, karena biasanya admin kantor proses e-sign pake itu. Ternyata setelah mau upload dokumen, malah dibilang kamu harus langganan premium dulu untuk bisa upload dokumen.

Lihat harganya kok nggak worth ya, kalau biasanya cuman sign aja, defaultnya ada admin yang ngurus sirkuler dokumen. Mau ngrepotin admin juga nggak banget sabtu-sabtu untuk bukan urusan kantor.

Akhirnya nyoba second opinion: beli e-meterai dan jalanin e-sign terpisah.

✅ Langkah pertama
Beli e-meterai dulu di salah satu penyedia, 10 ribu plus biaya admin 2500. Bayar pake QRIS, setelah itemnya masuk langsung upload dokumen dan tempel meterai digital.

✅ Langkah kedua
Proses pendaftaran ke layanan e-sign si Ijo, langkahnya simple, bisa auto login pake Akun Google. Bikin Digital sign, sat-set selesai.

✅ Langkah terakhir
Upload dokumen bermeterai dan tempel tanda tangan. Kelar langsung download.

Karena masih belum yakin sama hasilnya, coba deh verifikasi. Ternyata e-meterai dan e-sign dokumen tersebut valid dan tidak saling merusak.

Jadi, kalau layanan yang kita berikan itu nggak unik-unik banget, pesaing terdekat udah siap menggaet pelanggan. Tidak peduli sekarang layanan kita terdepan dengan pangsa pasar terbesar. Sudah banyak contoh petahana, pemain utama bisa tergeser pelan pelan.

So, penting banget untuk bisa melihat apa yang dilakukan oleh pesaing, jangan jangan sudah melakukan strategi yang bisa meraih hati pelanggan.

Kalau kamu di posisi ini, bakal tetap langganan atau cari jalur alternatif seperti saya?

Baca juga:
Gramedia punya Digital Publishing System (DPS)
Pasar Indonesia itu Unik. Formula Sales ala Bule sering mentok disini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top