Gambar ilustrasi untuk artikel: Sudah sadar mengganggu, kenapa diteruskan?

Sudah sadar mengganggu, kenapa diteruskan?

Sudah sadar mengganggu, kenapa diteruskan?
Yang datang tiap hari, kalah sama yang sudah dihati.
Tetesan air dapat melubangi batu, tapi tidak dengan kaca.

Semua itu seringkali bukan sekadar peribahasa, tapi cerminan dari dunia sales

Melanjutkan pembahasan formula sales di postingan sebelumnya. Ketika anda yakin konsistensi membuahkan hasil, lihat dulu konsistensi seperti apa yang anda lakukan dan targetnya siapa.

Saya jadi teringat dengan fenomena di inbox saya yang selalu rutin ada email masuk dari layanan Bank Garansi & Surety Bond. Butuhkah anda? Beberapa kali butuh. Target pasar yang sesuai? Iya. Tapi anda pakai jasa dari penawaran yang masuk? Tidak.

Kalau kami mengurus jaminan, biasanya pakai yang sudah langganan dan prosesnya lebih ringkas. Walaupun dari sisi harga, mungkin penawaran yang masuk itu lebih murah.

Tapi kalau sudah trust, bayar lebih mahal sedikit (bahkan banyak) tidak masalah bagi banyak orang. Sejauh belum ada yang baru yang membangun trust maka petahana akan sulit tergantikan. Apalagi kalau petahana tidak melakukan blunder.

Dalam bidang apapun, yang nomor dua, yang datang belakangan memang harus mau tidak jadi yang utama. Namanya juga datang belakangan. Tapi kalau services yang kedua lebih baik, layanannya bisa diandalkan, suatu saat bisa berbalik.

Yang utama dan yang pertama biasa lengah, tidak meningkatkan layanan, biasa saja karena sudah memiliki. Giliran engagement turun, baru deh bergerak.

Sales adalah soal trust, kamu nggak jualan langsung aja bisa jadi orang datang. Toko masih tutup aja orang rela nungguin toko buka.

Jadi, jangan berharap kaca akan berlubang ya kalau kamu terus tetesin pake air.

Dalam sales, konsisten bisa membuka pintu, tapi yang membuat orang jatuh hati adalah relevansi dan koneksi

Baca juga:
Kalau layananmu bukan satu-satunya, jangan paksa customer.
Surveyor yang kerja cuma sebulan itu direkomendasikan jadi sales, bukti kerja serius itu tidak sia-sia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top