Gambar ilustrasi untuk artikel: Work Friction: Tim Sibuk tapi Energi Terkuras

Work Friction: Tim Sibuk tapi Energi Terkuras

Pernah melihat tim Anda (atau mungkin anda sendiri) tampak sangat sibuk, namun energinya justru terasa semakin habis dari hari ke hari?

Seringkali, kita berasumsi kondisi ini murni karena beban tugas yang terlalu tinggi.
Realitanya di lapangan, hal yang jauh lebih menguras tenaga justru adalah hal-hal yang tidak terlihat, gesekan operasional (work friction) yang terjadi sehari-hari.

Apa sih contoh work friction?
Mulai dari pembagian peran yang masih abu-abu,
rantai koordinasi yang terlalu panjang,
proses kerja yang berulang tanpa evaluasi,
hingga penugasan yang ternyata tidak pas dengan potensi alami individunya.

Hal-hal ini menciptakan kesibukan semu yang melelahkan.

Selain kendala diatas, sebenarnya ada satu faktor lagi dari internal.
Pemicu yang jarang dibicarakan oleh para pemimpin,
bisa karena abai maupun tidak tahu bagaimana cara melihatnya,
namun efeknya paling cepat membuat lelah dari dalam.

Faktor khusus ini akan saya buka dan kita bedah sama-sama di sesi pekan depan.

Selasa mendatang di Javan Business Improvement Class, saya ingin mengajak berdiskusi, mengidentifikasi dan menyusun langkah perbaikan yang lebih terarah.

Tujuannya sederhana: membantu tim kita (bisa juga diri sendiri) kembali bekerja dengan ritme yang lebih sehat.

Link pendaftaran ada di postingan dibawah.

Baca juga:
Weekly review bukanlah sesi basa-basi.
Pernah lihat tim yang sibuk, tapi hasilnya nol besar?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top