Pernahkah Anda merasa terjebak di persimpangan jalan?
Beberapa waktu yang lalu, saya ada sesi bersama seorang klien yang sedang menimbang tiga beban besar sekaligus: Karier, Pernikahan, dan Rencana Studi Lanjut.
Logika normal kita seringkali memaksa untuk mencari “jawaban benar” dari luar-dari orang lain. Kita mencari mentor, konsultan, ahli dengan harapan mereka memiliki kompas yang kita tidak punya.
Namun, di akhir sesi tersebut, ada sesuatu yang menarik terjadi: Saya tidak memberikan satu pun arahan. Tidak ada saran tentang mana yang lebih penting, mana yang harus didahulukan. Tidak ada tips cara membagi waktu. Semuanya murni mengalir dari proses berpikir klien itu sendiri.
Hasilnya? Ia merasa sangat insightful, mendapatkan pencerahan tentang apa yang harus dilakukan. Itulah “The Power of Personal Clarity”.
Banyak profesional mengira bahwa hambatan performa mereka adalah kurangnya strategi. Padahal, seringkali hambatannya adalah “noise” (kebisingan, keruwetan) di dalam kepala yang menutupi jawaban yang sebenarnya sudah ada di sana.
Saya di sesi itu tidak menambahkan jawaban baru, melainkan membantu klien membuang gangguan agar bisa melihat jawaban yang sudah tersimpan di dalam diri.
Clarity (Kejernihan) adalah jembatan tercepat menuju Performance (Performa). Tanpa kejernihan, setiap langkah yang kita ambil, baik dalam karier maupun hidup personal, hanyalah gerak tanpa arah.
Jika cerita saya ini related dengan anda, sebelum Anda melanjutkan sisa hari ini, anda bisa ambil waktu 5 menit untuk menjawab pertanyaan:
Apakah ada keresahan yang belum terjawab? Jika semua suara dari luar (ekspektasi orang lain, tren, tekanan sosial) dihilangkan, apa satu hal yang sebenarnya hati kecil Anda sudah tahu jawabannya?
Anda juga bisa mulai mulai menulis untuk menjernihkan pikiran secara mandiri. Platform Jeda selalu ada di:
Terkadang, kejernihan hanya berjarak satu lembar jurnal dari Anda.
Baca juga:
Ilusi “Time Management” dan Kenapa Waktu Terasa Begitu Cepat
Time Management Itu Sebenarnya Tidak Ada


