Gambar ilustrasi untuk artikel: Memasukkan Kebahagiaan ke dalam Hati Orang Lain

Memasukkan Kebahagiaan ke dalam Hati Orang Lain

Kemarin sebelum berbuka, di kantor ada sesi kajian singkat.
Salah satu kalimat yang tertinggal di kepala saya sampai sekarang adalah ini:
“Memasukkan kebahagiaan ke dalam hati orang lain adalah salah satu amal yang dicintai oleh Allah.”

Sederhana.
Tapi rasanya menenangkan.

Kadang kita membayangkan kebaikan itu harus sesuatu yang besar.
Padahal sering kali yang dibutuhkan orang lain justru hal-hal kecil:

  • mendengarkan sebentar,
  • membantu sedikit,
  • atau sekadar membuat hari seseorang terasa lebih ringan.

Menariknya, banyak kebaikan yang dampaknya tidak pernah kita lihat langsung.

Kita menganggapnya kecil.
Tapi bisa jadi, bagi orang lain, itu cukup berarti untuk membuat mereka bertahan hari itu.

Kalimat kemarin juga mengingatkan saya pada salah satu spirit di balik Jeda dan newsletter “5 Menit Sebelum Lanjut.”

Tulisan-tulisan kecil.
Refleksi singkat.
Hal-hal sederhana yang mungkin dibaca di sela-sela hari yang sibuk.

Saya tidak pernah benar-benar tahu apakah tulisan itu bermanfaat atau tidak.
Tapi saya percaya satu hal.
Menebar kebaikan – dalam bentuk apa pun – adalah salah satu amal yang paling mudah untuk dilakukan.

Dan mungkin, kadang kita tidak pernah tahu,
bahwa sesuatu yang terasa kecil bagi kita,
bisa jadi cukup besar untuk orang lain.

Edisi terbaru sudah terbit.

5 Menit Sebelum Lanjut – Edisi 6
Kecil buat kita, besar untuk orang lain.

Baca juga:
Di Fase Mana Anda Hari Ini? Refleksi untuk Profesional Senior
Nasihat Motivator “Orang Lain Bisa, Kamu Juga Bisa” Tidak Berlaku untuk Semua

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top