Hari Jumat sering terasa berbeda. Bukan karena harinya lebih singkat, tapi karena ritmenya seperti sedikit melambat. Ada jeda kecil di tengah kesibukan. Ada waktu yang membuat kita menata ulang agenda, menyesuaikan rencana, atau sekadar menarik diri sebentar dari pekerjaan yang menumpuk.
Beberapa hari lalu, dalam sebuah webinar, ada satu kalimat sederhana yang terasa dekat: menjadi orang tua sering kali berarti membesarkan diri sendiri lebih dulu. Dan Parenting yang sadar bukan hanya tentang anak, tapi juga tentang sisi “anak kecil” di dalam diri kita.
Kalimat kalimat yang mengena. Tidak tinggi. Tidak rumit.
Banyak dari kita ingin menjadi orang tua yang lebih sabar, lebih hadir, lebih tenang. Tapi di saat yang sama, kita juga manusia yang sedang lelah. Punya pekerjaan. Punya tekanan. Punya cerita masa lalu yang belum tentu rapi dan selesai.
Kadang reaksi kita pada anak bukan semata karena apa yang mereka lakukan. Bisa jadi karena kita sedang capek. Atau karena dulu, kita pernah ada di posisi mereka dan tidak didengar. Atau justru karena dulu kita terlalu sering disalahkan, sehingga sekarang kita ingin semuanya sempurna.
Hal-hal seperti itu jarang dibicarakan dengan lantang. Karena terlalu terasa, bahkan menusuk di hati.
Menjadi orang tua ternyata bukan hanya soal mengatur jadwal belajar atau membatasi screen time. Ia juga tentang belajar mengenali diri sendiri. Mengenali nada suara ketika mulai meninggi. Mengenali rasa khawatir yang berlebihan. Mengenali dorongan untuk mengontrol.
Bukan untuk menghakimi diri. Hanya untuk menyadari.
Tidak ada orang tua yang selesai belajar. Tidak ada masa di mana semuanya tiba-tiba mudah. Yang ada mungkin hanya kemauan kecil untuk berhenti sebentar sebelum bereaksi. Satu tarikan napas lebih panjang. Satu kalimat yang dipilih dengan lebih hati-hati.
Dan itu sudah berarti.
Kalau suatu hari ingin menuliskan hal-hal yang belum sempat dibicarakan, tentang lelah, tentang rasa bersalah, tentang keinginan menjadi lebih baik tanpa tahu mulai dari mana, ruangnya selalu ada di
Tempat yang tidak menilai. Hanya menampung.
Jumat pagi ini mungkin akan tetap sibuk. Tapi di sela kesibukan itu, ada kesempatan kecil untuk lebih ramah pada diri sendiri.
Karena sebelum membimbing orang lain tumbuh, kita juga sedang tumbuh. Pelan-pelan.
Baca juga:
5 Menit Sebelum Lanjut – Edisi 3: Tentang Jarak yang Tidak Terlihat
Jawaban Itu Tidak Pernah Ada di Orang Lain


