Gambar ilustrasi untuk artikel: Kenapa Like Selalu Lebih Banyak daripada Comment

Kenapa Like Selalu Lebih Banyak daripada Comment

Jumlah like selalu lebih banyak daripada comment.
Mereka suka, cuma kurang keberanian untuk menyampaikan rasa.

Ada yang takut salah
Ada yang mikir, mau nulis apa
Ada juga yang hobi klik like, lalu lanjut scroll.

Padahal, sebenarnya mereka relate sama cerita kita.
Ngerasa “setuju banget”, tapi susah untuk disampaikan.

Dan ini nggak hanya di LinkedIn.
Di kantor juga sama
Ada yang presentasi, trus tanya “Ada pertanyaan/masukan?”
Pada diem, nggak tau mau ngomong apa.

Bertanya itu salah satu softskill
Kemampuan bertanya tidak pernah ada kuliahnya
Tidak juga ada training “Asking Question”

Speak Up itu harus dilatih,
berpendapat perlu keberanian
Keberanian itu yang membuat berbeda dan standout dari orang lain

Maka kadang:

  • Postingan keliatan sepi, padahal pada baca sampai habis
  • Ide kita yang keliatan biasa, disimpan orang (untuk praktek/koleksi).

Jadi kalau di tempat kerja :

  • berani speak up, di LinkedIn berani comment -> Wajar
  • sembunyi, di LinkedIn sangat vokal -> Sepertinya salah tempat
  • Aktif bersuara, di LinkedIn diem2 aja -> Salah circle koneksi
  • nggak ada bunyinya, di LinkedIn juga sama -> Silent Reader tulen

Kamu masuk tim mana?

Baca juga:
LinkedIn itu katanya buat bangun personal branding.
10 Tipe Linkedin writer, no. 4 lagi naik daun. Coba check kamu ada di nomor berapa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top