Gambar ilustrasi untuk artikel: Saya jarang banget kasih komentar UP UP

Saya jarang banget kasih komentar UP UP

Saya jarang banget kasih komentar UP UP
atau sekadar semangat ya di konten rame.

Bukan karena nggak peduli,
tapi karena sudah banyak yang jadi cheerleader.

IMHO, itu racun.
Bungkusnya semangat, tapi isinya candu validasi.

Jumat lalu, ada yang minta mentoring untuk pekan depan.
Dia sadar arah kariernya butuh diluruskan,
dan berani bilang: saya butuh bantuan, bimbingan, dan second opinion.

Jujur, tipe seperti ini jarang.
Lebih banyak yang gagal tapi merasa caranya sudah benar.
Dan minta disemangati.

Kadang orang nggak butuh disemangatin,
mereka butuh dikasih kaca untuk refleksi.

Karena kalau salah arah,
tepuk tangan cuma bikin makin jauh dari tujuan.

Support itu penting, tapi feedback keras itu obat tapi pahit.
Dunia kerja nggak kekurangan penyemangat,
yang langka itu orang yang berani bilang, Aku minta feedback, caraku dah ok?

kamu lebih sering jadi cheerleader, silent reader, atau kritikus ?

Baca juga:
Sudah puluhan like. Saya beri satu Comment.
Ini 10 fakta dunia kerja & bisnis yang (kadang) pahit.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top