Gambar ilustrasi untuk artikel: Kamu bisa lebih baik dari 70% profesional lain.

Kamu bisa lebih baik dari 70% profesional lain.

Kamu bisa lebih baik dari 70% profesional lain.
Kenapa?
Karena cuma 30% yang pernah ikut coaching.

Apalagi kamu juga paham bedanya Coaching sama Mentoring,
Kamu udah di track yang benar ninggalin yang lain…

Kalau masih ada yang bingung beda mentoring dan coaching:

  • Mentor: Transfer Pengetahuan & Pengalaman.
  • Mentor biasanya lebih ahli di bidang yang sama dengan klien.
  • Berperan membagi ilmu, sharing pengalaman, dan memberi nasihat.
  • Pendekatan dengan arahan, solusi, atau implementasi strategi/shortcut yang works.

Keyword: mentor harus keren dan pengalaman

  • Coach: Menggali Potensi Client
  • Coach tidak harus lebih ahli dalam bidang client.
  • Membantu client menemukan cara mencapai goal dengan potensi client dan client bisa menemukan jawabannya sendiri.
  • Pendekatannya beda dengan mentor, fokus pada menggali potensi, bukan memberi jawaban.

Keyword: coach mengarahkan, bukan memberi jawaban

Keduanya harus diimplementasikan sesuai kebutuhan.

Masih bingung?
Mentor itu transfer pengetahuan & pengalaman.
Coach itu gali potensi & mengarahkan.

Salah pilih? Goal kamu bisa melenceng jauh.

Yang bener itu gini:
Mentor keren -> Strategi keren.
Coach tepat -> Goal tepat.

Keduanya boleh kok digabungin, tapi dengan timing dan waktu yang pas.

Itu cheat code karier & performance yang jarang orang pakai.

Dikantor juga di implementasikan 3 hal secara clear: Training-Coaching-Mentoring.
Sehingga tim terbiasa dengan istilah yang benar untuk tujuan yang benar.

Apakah kamu termasuk yang masih bingung dan tercampur-campur antara Training-Coaching-Mentoring?

Baca juga:
Training/Mentoring/Coaching jangan pernah mau gratis
Ilmu tanpa komitmen = omong kosong.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top