Seminggu terakhir ini, saya berkesempatan duduk bersama beberapa orang hebat: para praktisi, pemimpin, dan profesional di bidangnya. Kami bertukar pikiran, berbagi insight industri, dan mendiskusikan realita dunia kerja secara sangat terbuka tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Seusai pertemuan-pertemuan tersebut, sebuah pertanyaan mengganjal di kepala saya: “Apakah semua orang memiliki privilege (hak istimewa) untuk mendapatkan akses percakapan, support, dan insight ini?”
Faktanya, tidak. Bagi sebagian besar orang, terutama mereka yang sedang berjuang mencari pekerjaan atau ingin beralih karier, akses ke informasi yang jujur, mentor yang objektif, dan support system yang aman sangatlah minim.
Mencari pekerjaan sering kali menjadi proses yang sunyi dan menguras ketahanan mental. Setiap hari kita dituntut tampil sempurna di platform profesional, menyembunyikan rasa lelah, dan terus menebak-nebak apakah perusahaan yang dilamar benar-benar memiliki budaya kerja yang sehat atau justru sebaliknya.
Di tengah tekanan tersebut, terkadang kita butuh ruang untuk sekadar jeda, mengkalibrasi ulang motivasi, mengevaluasi arah karier, dan bertanya tanpa takut dihakimi. Berangkat dari pemikiran itulah, hari ini saya menginisiasi Jeda JobSeeker Community.
Ini adalah sebuah komunitas WhatsApp yang dirancang khusus dengan mengutamakan keamanan psikologis (psychological safety) dan anonimitas. Di sini, gelar, jabatan, dan senioritas dilepaskan.
Apa Syarat Masuk ke Jeda JobSeeker Community?
Komitmen. Ini yang membedakan dengan komunitas lain yang bebas keluar masuk.
Jika kamu sedang fase job seeking dan memiliki komitmen, silakan isi form:
https://forms.gle/1pWtopAVHfCaUf6h9
Baca juga:
Ruang Aman untuk Jeda: Privilege Akses Percakapan Jujur
Time Management Itu Sebenarnya Tidak Ada


