Gambar ilustrasi untuk artikel: Satu Halaman, Satu Pengakuan: Langkah Kecil Membuka Luka Lama

Satu Halaman, Satu Pengakuan: Langkah Kecil Membuka Luka Lama

Kadang sesi tidak tuntas bukan karena tidak mau berubah.
Tapi karena belum siap membuka luka lama.

Beberapa waktu lalu, sesi pertama dengan seorang klien berhenti di tengah jalan.

Bukan karena tidak serius.
Bukan karena tidak percaya.

Ada beban masa lalu yang belum berkenan diungkap.
Dan itu saya hormati.

Tadi malam, di suasana Ramadan yang lebih hening, beliau akhirnya berkenan journaling melalui platform Jeda yang saya sediakan.

Tidak ada drama besar.
Tidak ada cerita panjang.

Hanya satu langkah kecil:
Menuliskan apa yang selama ini dipendam.

Sering kali, memecah beban tidak dimulai dari berbicara.
Tapi dari berani jujur pada diri sendiri.

Satu halaman.
Satu pengakuan.
Satu langkah maju.

Proses seperti ini memang tidak selalu terlihat.

Dan untuk para profesional yang tetap terlihat kuat di tengah beban apa pun,
kadang yang dibutuhkan bukan solusi besar.

Cukup jeda.
Lima menit sebelum lanjut.

Tidak semua beban harus diselesaikan hari ini.
Tapi bisa mulai diringankan.

Baca juga:
Tidak Semua Refleksi dan Resolusi Perlu Dibagikan ke Publik
Kalau Cara Berpikir Masih Sama, Apakah 2026 Akan Benar-Benar Berbeda?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top