Hari Jumat kemarin sebenarnya hari cuti.
Ada acara di luar kota.
Niatnya benar-benar off.
Tapi entah kenapa, ide malah justru datang.
Seperti sering terjadi, justru saat tidak mengejar apa-apa.
Bukan ide besar.
Bukan ide yang “harus segera”.
Hanya satu dorongan kecil:
“Kalau tidak ditulis sekarang, sepertinya tidak akan pernah keluar.”
Akhirnya, di sela kegiatan,
newsletter edisi perdana itu lahir.
Bukan karena disiplin.
Bukan karena strategi konten.
Bukan untuk terkenal.
Lebih karena satu hal sederhana:
ada isi kepala yang ingin diberi ruang.
Buat yang belum sempat menengok,
silakan dicoba kalau ada waktu.
Semoga bisa jadi teman refleksi
di Senin awal Februari ini.
Tidak semua awal harus terasa siap.
Beberapa cukup terasa jujur.
Baca juga:
Parenting dan Bagian Diri yang Belum Selesai
5 Menit Sebelum Lanjut – Edisi 6: Kecil buat kita, besar untuk orang lain


